MI Daarul Ulum 2

Pada 21–22 Mei 2026, santri kelas 6 MI Daarul Ulum 2 mengikuti Kemah Galang Penggalang tingkat Kwaran Pakem yang bertempat di Bumi Perkemahan Giri Katon, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa se-Kapanewon Pakem, di mana madrasah kami mengutus dua regu (putra dan putri) untuk menguji kemandirian, kerja sama, serta ketangguhan fisik dan mental di alam terbuka.

Rangkaian Kegiatan & Pembentukan Karakter

Kemah ini dirancang sebagai wadah pendidikan karakter yang menekankan keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Usai menyelesaikan rangkaian Test Kemampuan Akademik (TKA), para santri langsung diterjunkan dalam berbagai kegiatan terstruktur. Rangkaian tersebut meliputi pelatihan pionering dan semaphore, materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) di tempat tanpa tongkat, serta pembelajaran sandi morse.

Tidak hanya keterampilan kepramukaan, peserta juga menjalani penilaian kemandirian hidup seperti manajemen mandi, makan, ibadah, dan memasak di alam terbuka. Puncak acara ditandai dengan upacara api unggun, pentas seni kreasi santri, senam pagi, dan kegiatan jelajah alam yang melatih ketahanan fisik serta kepekaan terhadap lingkungan.

Pencapaian & Apresiasi

Dari seluruh rangkaian lomba dan penilaian, regu putra MI Daarul Ulum 2 berhasil menunjukkan performa terbaik dengan meraih Juara 1 Kategori Semaphore dan Morse. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kedisiplinan dan latihan rutin di madrasah berbanding lurus dengan kesiapan santri dalam menghadapi tantangan di lapangan.

“Alhamdulillah acara pramuka penggalang ini dapat berjalan lancar, atas dukungan dari berbagai pihak baik itu siswa, guru, wali murid,”

— Syafi Ibadurrohman, S.Pd., Kepala Madrasah

Komitmen untuk Pendidikan Holistik

Melalui kegiatan kepramukaan ini, MI Daarul Ulum 2 konsisten mewujudkan visi pendidikan yang tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter santri yang tangguh, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan. Ke depannya, madrasah akan terus mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan lapangan sebagai sarana penunjang tumbuh kembang peserta didik yang seimbang antara ilmu, iman, dan amal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *